<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tussie&#38;Reza&#039;s Weblog &#187; pernikahan</title>
	<atom:link href="http://www.tussie-reza.com/tag/pernikahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tussie-reza.com</link>
	<description>Let&#039;s make heaven on earth</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 04:14:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mitos Jawa</title>
		<link>http://www.tussie-reza.com/2010/01/20/mitos-jawa/</link>
		<comments>http://www.tussie-reza.com/2010/01/20/mitos-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 06:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[our stories]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tussie-reza.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang sekali melihat foto-foto saya, terutama yang berpakaian adat Jawa Solo. Kata mama saya, saya terlihat benar-benar berbeda, “Kayak bukan Tussie,” kata mama . Tapi siapa yang menyangka, kalau dibalik semua itu, ada sesuatu yang pasti tidak kalian sadari.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ketika melihat foto-foto pernikahan saya dan Reza, saya sering berpikir, “Wow, I’m married now. It feels so unreal!” Bayangan tentang pernikahan itu rasanya seperti kilatan sekejap yang pernah singgah, dan kemudian berlalu begitu saja. Padahal proses persiapannya memakan waktu cukup lama</strong>.</p>
<p>Saya senang sekali melihat foto-foto saya, terutama yang berpakaian adat Jawa Solo. Kata mama saya, saya terlihat benar-benar berbeda, “Kayak bukan Tussie,” kata mama . Tapi siapa yang menyangka, kalau dibalik semua itu, ada sesuatu yang pasti tidak kalian sadari.</p>
<p>Ini semua berawal dari mitos Jawa. Satu hari sebelum pernikahan, di rumah saya diadakan prosesi pengajian dan siraman. Mama saya memaksa ada upacara adat Jawa. Saya siy menganggapnya sebagai lucu-lucuan saja. Maka seharian itu saya didoakan dan disirami dengan air kembang dari tujuh sumber.</p>
<p>Setelah semua prosesi itu selesai, saya dan keluarga duduk-duduk di dalam rumah. Papi alias Pak De saya meminta saya untuk terus berpakaian kebaya lengkap. Walaupun saya sebenarnya sudah ingin buru-buru melepaskan kebaya yang membuat sesak itu.</p>
<p>Kemudian tiba-tiba hujan turun. Semakin lama semakin deras. Petir sambar menyambar, angin menggulung-gulung. Anak-anak menutup telinganya karena guruh yang memekakkan. Karangan bunga yang sudah datang rusak tergerus air. Tenda yang sudah dibangun doyong karena terlalu banyak menampung air hujan. Peralatan makan basah terkena tampias. Seluruh keluarga berbondong-bondong membereskan sound system agar tidak terkena air. Saya mulai khawatir. Dan seluruh keluarga juga khawatir.</p>
<p>Serta merta, tante-tante saya bertanya pada saya.<br />
“Tussie, tadi pagi kamu mandi ya?”<br />
“Iya, mandi donk!” jawab saya.</p>
<p>Lalu mata tante saya mendelik,<br />
“Lho, kenapa mandi? Kan sudah dibilangin. Penganten itu ngga boleh mandi! Tuh liat kan, jadi hujan sekarang!”</p>
<p>Dhuerrr!!! Satu lagi petir sambar menyambar.</p>
<p>Memang sebelumnya tante saya sudah mengingatkan agar saya tidak mandi agar hujan tidak turun. Tapi itu saya anggap sebagai lelucon dan angin lalu saja. Mana mungkin saya mempercayai semua mitos Jawa yang banyak dan tidak masuk akal itu. Apa hubungannya mandi dengan hujan? Lagipula, saya juga tidak ingin terjadi hujan hari ini. Ini kan bukan salah saya, memangnya saya bisa mengatur cuaca seperti pawang hujan?</p>
<p>Meski demikian, malam itu saya khawatir sekali. Saya takut besok, di hari pernikahan saya, hujan akan turun.<br />
Keesokan paginya, pukul 05.00, ponsel saya bordering. Saya bahkan masih bergelung dengan malas di dalam selimut. Tapi saya angkat juga telepon itu. Ternyata dari perias saya. Dia mengabarkan kalau dia sebentar lagi akan tiba di rumah saya.<br />
Saya lalu buru-buru mengambil air wudhu dan sholat subuh. Saya membaca Al Fatihah dan Al Ikhlas sebanyak 40 kali. Berdoa agar hari ini cuaca cerah dan tidak hujan, juga agar pernikahan saya lancar.</p>
<p>Setelah sholat subuh, ternyata perias saya sudah datang. Mama memanggil-manggil saya untuk segera dirias. Saya berpikir sejenak. Saya kan belum mandi, jadi sebaiknya saya mandi dulu atau tidak? Perkataan tante-tante saya terus terngiang-ngiang di kepala saya.</p>
<p><em>Penganten tidak boleh mandi. Kalau mandi, nanti akan turun hujan.</em></p>
<p>Hujan deras kemarin pun kembali terbayang-bayang. Sungguh mengerikan jika itu terjadi pada hari ini, mengingat akad nikah akan dilaksanakan di bawah tenda di depan rumah saya. Bagaimana kalau hujannya seperti kemarin? Bagaimana kalau petir menyambar ketika akad nikah sedang berlangsung? Hiii..saya ngeri membayangkan itu semua. Akhirnya, demi efisiensi waktu dan mitos Jawa yang terus membayangi, SAYA MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK MANDI.</p>
<p>Saya kemudian dirias. Alhamdulillah, akad nikah berjalan lancar. Reza bisa mengucapkan ijab Kabul dengan sempurna. Cuaca cerah, awan gemawan berarak, matahari bersinar hangat hingga acara akad nikah selesai.</p>
<p>Kemudian kami berangkat ke gedung untuk resepsi pada malam harinya. Dalam perjalanan, sempat terjadi gerimis kecil. Kemudian awan gelap segera berlalu, berganti dengan matahari sore yang menyenangkan. Saya selalu suka dengan hangat matahari.</p>
<p>Hari berganti malam. Cuaca masih tetap bersahabat. Saya dirias dengan adat Jawa Solo untuk acara resepsi. Saya senang sekali, tidak ada hujan di hari pernikahan saya. Semua teman dan keluarga bilang, saya cantik sekali malam itu.</p>
<p>Tapi mereka semua tidak tahu kan, kalau mempelai wanitanya belum mandi sejak pagi?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_323" class="wp-caption aligncenter" style="width: 466px"><img class="size-full wp-image-323" title="IMG_0434" src="http://www.tussie-reza.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_0434.JPG" alt="Ini lho penganten yang belom mandi itu :-D" width="456" height="685" /><p class="wp-caption-text">Ini lho penganten yang belom mandi itu</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tussie-reza.com/2010/01/20/mitos-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat di Pernikahan Tussie dan Reza</title>
		<link>http://www.tussie-reza.com/2010/01/04/nasihat-di-pernikahan-tussie-dan-reza/</link>
		<comments>http://www.tussie-reza.com/2010/01/04/nasihat-di-pernikahan-tussie-dan-reza/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[our stories]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tussie-reza.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya dan Reza sudah menikah selama 20 hari. Hari ini juga, saya tiba-tiba ingin menuliskan nasihat-nasihat pernikahan yang kami terima ketika proses penikahan. Saya ingin membaginya pada siapa saja yang ingin membaca. Saya ingin menulisnya agar saya selalu ingat. Mudah-mudahan ketika nanti rumah tangga kami mengalami masalah, kami bisa terus mengingat nasihat-nasihat ini dan Insya Allah pernikahan kami tetap kuat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-288" title="akad kecil" src="http://www.tussie-reza.com/wp-content/uploads/2010/01/akad-kecil-300x224.jpg" alt="akad kecil" width="300" height="224" /><strong>Hari ini saya dan Reza sudah menikah selama 20 hari. Hari ini juga, saya tiba-tiba ingin menuliskan nasihat-nasihat pernikahan yang kami terima ketika proses penikahan. Saya ingin membaginya pada siapa saja yang ingin membaca. Saya ingin menulisnya agar saya selalu ingat. Mudah-mudahan ketika nanti rumah tangga kami mengalami masalah, kami bisa terus mengingat nasihat-nasihat ini dan Insya Allah pernikahan kami tetap kuat.</strong></p>
<p>Setidaknya, ada dua ustadz yang memberikan nasihat pernikahan pada saya. Ustadz pertama adalah Ustadz Anwar Sanusi. Ustadz Anwar memberi nasihat dalam acara pengajian di rumah saya. Dia meminta saya untuk selalu berkata manis pada suami, kelak nanti ketika kami sudah menikah.</p>
<p>“Jangan memanggil suami kamu dengan namanya. Panggillah dia dengan panggilan sayang. Seperti Nabi Muhammad memberi julukan yang indah pada Siti Aisyah, yaitu Humaira. Humaira berarti wanita yang pipinya kemerah-merahan. Sekecil apapun, jangan berkata kasar pada suami, berlemah lembutlah kepadanya,” katanya ketika itu.</p>
<p>Meskipun ini nasihat kecil, tapi saya tahu penerapannya tidaklah semudah yang dibayangkan.</p>
<p>Nasihat lain yang masih membekas hingga saat ini adalah nasihat dari Ustadz Syaiful Naumin. Ustadz Syaiful Naumin memberi nasihat kepada saya dan Reza, hanya beberapa menit setelah kami dinyatakan sah sebagai suami dan istri.</p>
<p>Dia berkhutbah cukup panjang, tapi ada satu cerita yang membuat saya hampir saja menitikkan air mata. Ketika dia berkisah tentang pernikahan-pernikahan Nabi Muhammad, setelah malaikat Izrail menjemput salah satu dari mereka lebih dulu. Saya dan Reza tidak bisa mengingat persis kata per kata dari khutbah itu. Tapi, kira-kira seperti ini intinya.</p>
<p>Setelah kematian Nabi Muhammad, konon salah seorang sahabat Nabi bertanya pada Aisyah,</p>
<p>“Apa yang bisa kamu kenang dari Rasulullah?”</p>
<p>Aisyah terdiam sesaat, kemudian dia menjawab,<br />
“Rasulullah tidak pernah memanggil saya dengan nama saya. Rasulullah selalu memanggil saya dengan sebutan sayang. Selama menikah, Rasulullah tidak pernah berkata dan berperilaku kasar pada saya,”</p>
<p>Kemudian Ustadz Syaiful Naumin berkata pada Reza,<br />
“Ananda Reza, jika suatu saat nanti Allah berkehendak engkau dipanggil lebih dulu daripada ananda Tussie, saya ingin agar nanti Tussie bisa berkata tentang dirimu, seperti yang Aisyah katakan tentang Rasulullah.”</p>
<p>Kemudian Ustadz Syaiful Naumin melanjutkan cerita tentang Nabi Muhammad setelah Khadijah meninggal dunia. Konon hingga beberapa tahun setelah kematian Khadijah, Nabi Muhammad masih sering terkenang akan istri pertamanya itu. Nabi seringkali menyebut nama Khadijah.</p>
<p>Siti Aisyah yang saat itu sudah menikah dengan Rasulullah pun terbit rasa cemburunya. Dia berkata pada Nabi,</p>
<p>“Ya Rasulullah, bukankah Khadijah hanya seorang wanita tua? Mengapa engkau selalu mengingatnya?”</p>
<p>Mendengar ucapan Aisyah, wajah Nabi Muhammad merah padam. Dengan menahan amarah, dia berkata pada Aisyah.</p>
<p>“Tidak. Dia bukan sekedar wanita tua. Khadijah selalu ada di samping saya. Ketika orang lain tidak percaya pada apa yang saya katakan, hanya Khadijah yang mempercayai saya. Ketika semua orang mencemooh saya, hanya Khadijah yang mendukung saya dengan seluruh harta, jiwa dan raganya.”</p>
<p>Lalu Ustadz Syaiful Naumin berkata pada saya,</p>
<p>“Ananda Tussie, jika suatu saat nanti Allah berkehendak engkau dipanggil lebih dulu daripada Ananda Reza, saya ingin ananda Reza mengatakan hal yang sama tentang dirimu, seperti yang dikatakan Rasulullah tentang Khadijah.”</p>
<p>***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tussie-reza.com/2010/01/04/nasihat-di-pernikahan-tussie-dan-reza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gallery: Pre Wedding Pictures</title>
		<link>http://www.tussie-reza.com/2009/12/01/gallery-pre-wedding-pictures/</link>
		<comments>http://www.tussie-reza.com/2009/12/01/gallery-pre-wedding-pictures/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gallery]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tussie-reza.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal saya dan Reza punya segudang ide untuk konsep foto prewedding kami.  Karena terlalu banyak berimajinasi, kami sepakat untuk membuat foto digital image.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<script type="text/javascript">
	var flashvars = {photosXmlFile: "http://www.tussie-reza.com/wp-content/uploads/flash-photo-gallery/1259651212_540x770_Pre-Wedding-Pictures.xml", configXmlFile: "http://www.tussie-reza.com/wp-content/uploads/flash-photo-gallery/1259651212_540x770_Pre-Wedding-Pictures.xml"};
	var params = {scale: "noscale"};	
	swfobject.embedSWF("http://www.tussie-reza.com/wp-content/plugins/flash-photo-gallery/gallery.swf", "FPG_45", "100%", "770", "6.0.0", "expressInstall.swf", flashvars, params);
	</script>
	<div id="FPG_45">
		<p><a href="http://www.adobe.com/go/getflashplayer"><img src="http://www.adobe.com/images/shared/download_buttons/get_flash_player.gif" alt="Get Adobe Flash player" /></a></p>
	</div>
<p>Foto Oleh: Rendra Hernawan<br />
Tulisan Oleh: Tussie Ayu</p>
<p><strong>Pre Wedding Concept:</strong></p>
<p>Sejak awal saya dan Reza punya segudang ide untuk konsep foto prewedding kami.  Karena terlalu banyak berimajinasi, kami sepakat untuk membuat foto digital image.</p>
<p>Konsep umumnya adalah, kami mau memotret pre wedding yang sesuai dengan keseharian kami dan tidak mau foto pre wedding dengan konsep “pose”. Untunglah kami bertemu dengan Rendra Hernawan, yang bisa mewujudkan khayalan-khayalan itu.</p>
<p><strong>Konsep detail tiap foto:</strong><br />
1.    Alice in Wonderland wannabe:<br />
Sebenarnya ide ini berawal dari hobi saya dan Reza yang doyan makan. Kencan awal kita selalu diwarnai dengan makan-memakan (baca: <a href="http://www.tussie-reza.com/2009/08/19/kencan/" target="_blank">Kencan</a>). Sejak awal saya punya ide untuk membuat kami berada di antara makanan-makanan raksasa. Lalu ketika berdiskusi dengan Rendra dan Gama Satria, Gama punya ide cemerlang. Gimana kalo dibikin dengan konsep ala “ Alice in Wonderland” di negeri raksasa. Wow, great idea! Saya sejak SD sudah khatam membaca dongeng Alice in Wonderland. Saya cinta dengan cerita anak-anak, saja suka dengan dongeng yang penuh imajinasi. Jadi konsep di foto ini bisa mewakili kami.</p>
<p>Oiya, kwetiaw dan es krim di foto ini juga makanan kesukaan kita berdua lhoooo..</p>
<p>2.    Liverpool Fans Club<br />
Nah, kalau foto yang ini adalah Reza banget. Dari dulu dia sudah punya konsep foto ini di kepalanya. Pokoknya harus ada Liverpool ! Tahun 2007, Reza pernah dapet gratisan jalan-jalan ke Singapore untuk ikut kuis Kick Off dari ESPN (jadi Reza pernah nongol di ESPN hihihi). Di kuis itu, dia dan Hikmat Soeriatanuwijaya mewakili Indonesia dan memakai baju Liverpool ini. Nah, pulang dari Singapore , saya dibawain oleh-oleh baju Liverpool Girls yang ada di foto ini (padahal saya sama sekali tidak ngerti tentang Liverpool ).</p>
<p>3.    Tussie Jadi Tiga<br />
Foto ini menggambarkan hobi-hobi saya. Tussie yang pertama membaca buku Bumi Manusia-nya Pramoedya Ananta Toer, itu buku favorit saya sepanjang masa. Tussie kedua menulis di lap top, itu adalah hobi saya: menulis. Dan Tussie ketiga sedang&#8230;KARAOKE! Saya banci karaoke, tapi jangan pernah mau ber-karaoke dengan saya, karena saya tidak akan memberikan mike pada orang lain. Dan orang lain akan tersiksa dengan suara saya.</p>
<p>4. Jalan-Jalan<br />
Saya dan Reza suka sekali jalan-jalan. Reza ingin sekali pergi ke Milan, ke San Siro untuk menonton AC Milan. Tapi malah saya duluan yang sudah sampai ke San Siro. Karena itu salah satu penunjuk jalan menunjuk ke arah Milan.</p>
<p>Saya ingin sekali pergi ke Bucharest, ke kota spooky, kampungnya Dracula. Karena itu salah satu penunjuk jalan menuju ke Bucharest.</p>
<p>Reza selalu ingin ke Berlin, dia belajar bahasa Jerman di Goethe Institute sejak kuliah. Dan saya&#8230;selalu ingin kembali ke Berlin!!! Karena itu salah satu penunjuk jalan mengarah pada Berlin.</p>
<p>Saya tergila-gila pada Harry Potter&#8230;dan tentu saja kastil Hogwarts. Musim panas lalu, saya beruntung sekali bisa jalan-jalan ke Jerman. Pada suatu hari, saya duduk-duduk di pinggir sungai Rheine di Cologne, Jerman. Saya duduk melewati matahari tenggelam, hingga nyaris tengah malam.</p>
<p>Kemudian mendekati pukul 12.00 malam, saya meninggalkan pinggiran sungai Rheine. Dalam perjalanan pulang, saya melewati Kathedral Cologne yang dibangun sejak abad ke-9 Masehi. Kathedral Cologne di malam hari sungguh terlihat seperti Hogwarts! Saya merasa bagaikan Harry Potter saat pertama kali datang ke Hogwarts! Lalu saya ingin ada kastil di foto ini, agar saya selalu merasa seperti Harry Potter!</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce :style>< !  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:218397204; 	mso-list-template-ids:1096693786;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:3; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1594899083; 	mso-list-template-ids:-1990836664;} @list l2 	{mso-list-id:1674801339; 	mso-list-template-ids:386935760;} @list l2:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]> </mce><mce :style>< !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Pre Wedding Concept:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sejak awal saya dan Reza punya banyak ide-ide gila tentang konsep foto prewedding kami. Tapi satu poin utama, kami mau memotret pre wedding yang sesuai dengan keseharian kami dan tidak mau foto pre wedding dengan konsep “pose”.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="DE">Karena punya terlalu banyak ide-ide aneh, kami sepakat untuk membuat foto digital image. Saya selalu suka dengan dongeng dan khayalan. Konsep itu bisa dilihat di foto ala “ Alice in Wonderland”. Untunglah kami bertemu dengan Rendra Hernawan, yang bisa mewujudkan konsep-konsep aneh itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Alice in Wonderland wannabe:</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span lang="DE">Sebenarnya ide ini berawal dari <span class="yshortcuts"><span id="lw_1259650126_0" style="cursor: pointer;">hobi saya</span></span> dan Reza yang doyan makan. Kencan awal kita selalu diwarnai dengan makan-memakan (baca: Kencan). Sejak awal kami punya ide untuk membuat kami berada di antara makanan-makanan raksasa. Lalu ketika berdiskusi dengan Rendra dan Gama <span class="yshortcuts"><span id="lw_1259650126_1">Satria</span></span>, Gama punya ide cemerlang. Gimana kalo dibikin dengan konsep ala “ Alice in Wonderland” di negeri raksasa. </span>Wow, great idea! Saya sejak SD sudah khatam membaca dongeng Alice in Wonderland. Saya cinta dengan cerita anak-anak, jadi konsep di foto ini bisa mewakili kami. <span lang="DE">Tapi Rendra langsung garuk-garuk kepala…susah ya Ren? Hihihihi…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span lang="DE"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span lang="DE">Oiya, kwetiaw dan es krim di foto ini juga makanan kesukaan kita berdua lhoooo..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span lang="DE"> </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Liverpool      Fans Club</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"><span lang="DE">Nah, kalau foto yang ini adalah Reza banget. Dari dulu dia sudah punya konsep foto ini di kepalanya. Pokoknya harus ada Liverpool ! Tahun 2007, Reza pernah dapet gratisan jalan-jalan ke Singapore untuk ikut kuis Kick Off dari ESPN (jadi Reza pernah go internasional dengan nongol di ESPN hihihi). Di kuis itu, dia dan Hikmat Soeriatanuwijaya mewakili Indonesia dan memakai baju Liverpool ini. Nah, pulang dari Singapore , saya dibawain oleh-oleh baju Liverpool Girls yang ada di foto ini (padahal saya sama sekali tidak ngerti tentang Liverpool ).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE"> </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Tussie Jadi Tiga</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p></mce></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tussie-reza.com/2009/12/01/gallery-pre-wedding-pictures/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Hari yang Baik</title>
		<link>http://www.tussie-reza.com/2009/08/20/mencari-hari-yang-baik/</link>
		<comments>http://www.tussie-reza.com/2009/08/20/mencari-hari-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 05:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[our stories]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tussie-reza.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 28 Februari 2009. Sore yang redup. Awan kelabu bergumpal-gumpal di angkasa, menyembunyikan matari dari keganasannya. Namun, tak ada setitik pun hujan yang jatuh. Sore itu, Saya dan RJ berjalan-jalan mengisi perut di Senayan City. Saya memesan okonomiyaki tuna kesukaan saya.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Tussie Ayu</p>
<p><strong>Sabtu, 28 Februari 2009. Sore yang redup. Awan kelabu bergumpal-gumpal di angkasa, menyembunyikan matari dari keganasannya. Namun, tak ada setitik pun hujan yang jatuh. Sore itu, Saya dan RJ berjalan-jalan mengisi perut di Senayan City. Saya memesan okonomiyaki tuna kesukaan saya.<br />
</strong><br />
Ketika sedang menyumpit okonomiyaki dan menjejalkannya ke dalam mulut, RJ tiba-tiba mengatakan sesuatu yang hampir saja membuat saya tersedak.</p>
<p>“Yang, kamu mau kita nikah kapan?”</p>
<p>Meskipun saya tahu RJ akan menanyakan hal ini pada saya, tapi tetap saja saya terkejut ketika dia benar-benar menanyakannya. Tapi dengan berpura-pura tetap tenang dan tetap memakan okonomiyaki, saya menjawab,</p>
<p>“Emang kamu udah bilang sama orang tua kamu?”</p>
<p>RJ lalu menganguk pelan.<br />
Saya bertanya kembali.</p>
<p>“Mereka bilang apa?”<br />
“Mereka bilang terserah kita mau nikah kapan. Orang tua aku ngikutin kita aja. Katanya kita mulai aja nyicil-nyicil nyiapinnya.”</p>
<p>“Ooo..” kata saya. “Uhmmm… Aku mungkin ngga bisa jawab sekarang. Karena aku harus nanya dulu sama keluarga aku. Emang kamu maunya kita nikah kapan?” saya balik bertanya pada RJ sambil mengunyah okonomiyaki.</p>
<p>“Kayaknya abis lebaran aja. Kan ngga terlalu buru-buru tuh. Nanti kalo udah tau kira-kira mau kapan, aku dateng ngelamar kamu. Kita dari sekarang udah nyicil-nyicil aja, mulai nanya-nanya gedung, terus gimana adat melamar di keluarga kamu, terus tentuin tanggal, terus berapa yang mau diundang,”</p>
<p>“Tunggu yang…tunggu dulu,” kata saya dan berhenti memakan okonomiyaki.<br />
Tiba-tiba saya pusing memikirkan betapa banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah. “Kayaknya kita pikirin lamaran dulu deh. Soal yang lain ntar aja.”</p>
<p>Lalu saya kembali menyantap okonomiyaki sambil berpikir. “Hah? Apakah gue akan menikah tahun ini?” Sebenarnya saya memang ingin menikah, mengingat umur sudah semakin memanjat naik. Tapi ketika hal itu datang, rasanya seperti tidak nyata.</p>
<p>Saya lalu menyusun rencana di otak saya. Mungkin besok saya akan membicarakan hal ini pada mama. Lalu mama pasti akan mengembangkan senyum dengan lebar. Karena dia sesungguhnya sudah menyuruh saya menikah sejak lama, dan dia sudah merindukan cucu.</p>
<p>Dari Senayan City, RJ mengantarkan saya pulang. Di rumah ada papa dan mama sedang menonton tv. Saya dan RJ lalu bergabung menonton tv. Tiba-tiba, seperti sudah mendapatkan wangsit, mama bertanya pada RJ.</p>
<p>“Jadi kalian berdua rencananya gimana ke depan?”</p>
<p>RJ lalu melirik pada saya, dan mencolek-colek kaki saya. Saya pura-pura mati rasa dan seperti tidak tahu ada yang mencolek. Saya tetap menonton tv, dan membiarkan RJ kebingungan menjawab pertanyaan mama. Saya pura-pura tidak mendengar.</p>
<p>Rasanya seperti ada di ruang ujian, dan seorang teman meminta contekan. Saya tidak berusaha membantu RJ menjawab pertanyaan. Saya membiarkan dia menjawab sendiri soal-soal ujian itu.</p>
<p>RJ sepertinya menyadari kalau saya memang tidak berniat membantunya menjawab pertanyaan mama. Karena mulut saya tetap tertutup dan tidak ada tanda-tanda akan bersuara.</p>
<p>RJ terdiam sesaat. Lalu dia menjawab,</p>
<p>“Justru sebenarnya saya yang mau nanya sama Om dan Tante. Kalau di keluarga ini, gimana adat melamarnya? Saya sudah bilang sama keluarga saya. Keluarga saya bilang, terserah saya mau menikah kapan. Tapi saya juga mau tahu gimana adat melamar keluarga Om dan Tante.”</p>
<p>Senyum mama lalu benar-benar mengembang seperti di bayangan saya sebelumnya. Lalu pembicaraan-pembicaraan tentang pernikahan mengalir dengan deras. Mama kemudian mengambil buku catatan. Tebak apa yang mama lakukan? Mama bertanya tanggal lahir dan nama lengkap RJ. Mama akan melaporkan nama lengkap dan tanggal lahir kami berdua pada kakak mama yang tertua, yang tinggal di Kepanjen, pedalaman Malang sana. Saya memanggil kakak mama yang tertua itu dengan sebutan “Papi”. Papi sangat pintar menghitung hari baik menurut tanggalan Jawa.</p>
<p><em>Primbon rules begin!<br />
</em><br />
***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tussie-reza.com/2009/08/20/mencari-hari-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

